11 Agu 2013

Abah si Abah


Gue sadar terlalu susah untuk bokap sekarang ngejalanin hidup. Bolak-balik ke sana-ke mari dengan jarak yang cukup jauh. Kemudian membuat gue berpikir dua kali untuk menuntut hak gue sebagai remaja: beli kamera baru.
Hari ini tepatnya, gue kepikiran buat blogumentary kayak Jacksgap di Youtube. Gue pikir: kayaknya keren deh kalo gue buat kayak beginian. Gue search how to make film biar kayak Jacksgap, dan membuat gue menulis beberapa hal yang harus gue punya:
  1.        Kamera
  2.        Tripod
  3.        Laptop dengan film editornya
  4.        Youtube account

Entahlah, yang pasti gue nggak punya uang untuk beli semua itu.
Dan, gue ngerasa gue nggak harus maksa beliau untuk membelikannya untuk gue.
Gue mulai termenung, ketika dia bilang:

“De, balik ya,” kata beliau.
“Kemana, Bah?”
“Ke Cirebon.”
“Nggak ke rumah Ibu?”
“Daripada buru-buru, abah mendingan ngelembur ngedit malem ini.”

Entah apa yang harus gue katakana lagi selain: “Yaudah, Bah. Ati-ati ya.”  Sayangnya, gue hanya bisa mengatakan hal tersebut dalam hati.
Gue pengen sekarang, dan seterusnya, gue bisa ngeliat dia sampe gue bisa berangkat bareng haji. Ntah kapan.
Ternyata, apa-apa yang selama ini gue pikirkan dan gue inginkan, nggak selamanya akan berbuah bahagia terhadap gue sendiri. Mungkin akan membahagiakan gue, namun belum tentu sama orang lain.

29 Jun 2013

Time

Hai. Ternyata udah setahun gue meninggalkan sekolah gue tercinta dan pindah ke sekolah yang ngga gue idam-idamkan sebelumnya.
Banyak hal yang udah gue alamin sekarang. Selama gue melewati usia 15 tahun gue, gue sadar betapa beratnya usia 15 tahun itu dan menjadi siswa kelas percepatan. Gue harus nyelesain semuanya dalam kurun waktu 2 tahun, bahkan kurang. Dan sebagian besar orang mungkin akan undur diri ketimbang menghadapi seperti yang gue pilih saat ini.
Gue pilih untuk bersabar, menikmati seluruh proses yang gue dapatkan selama sekolah. Karena, gue tinggal jauh dari orang tua, temen-temen yang gue mau, segala macam fasilitas hiburan gue tiap malem minggu, dan... cowok.
Sebenernya gue ngga mau masuk sekolah gue yang sekarang, soalnya terakhir gue menikmati yang namanya pacaran tuh ya sama temen sekolah gue saat ini. Harusnya gue ngga ketemu dia, dan sekarang dia menjadi orang yang paling ga pengen gua temui.
Tapi mungkin Allah punya kehendak lain agar gue dapat dengan penuh hikmah menjalani proses hidup, dan sampai kepada tujuan yang akan sangat indah untuk semua. Gue senang karena semuanya sayang sama gue, walaupun temen-temen ngga. Dan sebenernya gue ngga berharap untuk berteman sama siapapun--di sana. Karena, gua punya Allah sebagai penuntun gue.
Gua sadar betapa banyak waktu yang gue sia-siakan selama SMP untuk menghasilkan sesuatu yang lebih produktif, ketimbang gue harus full untuk menjalani masa-masa remaja gue dengan bersenang-senang.
Gue sadar ternyata hidup ngga selamanya harus seneng-seneng. Bahkan justru, dengan beberapa part dalam hidup lo yang dijalani dengan sangat serius, kita bakal menikmati hasil perjuangan yang melebihi "senang-senang". Dan gue udah alami saat-saat seperti itu.
Dan gue sekarang punya crush. Sebenernya fungsi dia itu adalah menambang semngat gue, sekaligus moodbooster gue. Gue suka dia dan ngga tau dia gimana ke gue. Dan gue ngga memikirkan hal itu.
Dan gue jadi inget kata dia:
"Tetep jadi yang terbaik, ya."

Itu yang ngebakar semangat gue selama ini.

13 Nov 2012

I miss you.
Dear ................

13 Agu 2012

1 bulan Terakhir

Hai hallo. Hai. Omg udah hampir 2 bulan nggak nengok blog. Sekarang, aku sekolah asrama. Jadi, agak susah begitu untuk mengakses internet di sekolah.
Ada perasaan dan perlakuan yang awalnya saya sulit terima ketika saya masuk ke lingkungan baru ini. Ya, rasanya asing bagi saya. Mungkin, karena saya bukanlah orang yang mudah untuk beradaptasi. Untuk bergaul mungkin saya bisa, tapi kalau untuk menyesuaikan diri rasanya susah untuk dilakukan.
Saya telah tahu mereka sebelum saya masuk ke sini. Saya telah tahu bagaimana mereka berucap, berprilaku, dan berumpat.
Tentu hal berumpat ini adalah hal yang biasa bagi santri akhwat maupun ikhwan. Menyimpan hubungan dengan lawan jenis, ghibah dengan sesama muslim. Ya, semuanya.
Awalnya saya tidak dapat menerima kenyataan yang ada di lapangan bahwa saya berada di tempat yang lebih buruk kondisi dan situasinya dari keadaan saya dulu.
Tapi seiring berjalannya waktu, saya akhirnya sadar bahwa nggak semua keadaan dapat berdaptasi dengan saya, begitu pua sebaliknya.

26 Mei 2012

Somebody That I Used to Know - Gotye ft. Kimbra



[Gotye:]
Now and then I think of when we were together
Like when you said you felt so happy you could die
Told myself that you were right for me
But felt so lonely in your company
But that was love and it's an ache I still remember

You can get addicted to a certain kind of sadness
Like resignation to the end, always the end
So when we found that we could not make sense
Well you said that we would still be friends
But I'll admit that I was glad it was over

But you didn't have to cut me off
Make out like it never happened and that we were nothing
And I don't even need your love
But you treat me like a stranger and I feel so rough
No you didn't have to stoop so low
Have your friends collect your records and then change your number
I guess that I don't need that though
Now you're just somebody that I used to know

Now you're just somebody that I used to know
Now you're just somebody that I used to know

[Kimbra:]
Now and then I think of all the times you screwed me over
Part of me believing it was always something that I'd done
But I don't wanna live that way
Reading into every word you say
You said that you could let it go
And I wouldn't catch you hung up on somebody that you used to know

[Gotye:]
But you didn't have to cut me off
Make out like it never happened and that we were nothing
And I don't even need your love
But you treat me like a stranger and I feel so rough
And you didn't have to stoop so low
Have your friends collect your records and then change your number
I guess that I don't need that though
Now you're just somebody that I used to know

[x2]
Somebody
(I used to know)
Somebody
(Now you're just somebody that I used to know)

(I used to know)
(That I used to know)
(I used to know)
Somebody


thanks December :')

24 Mei 2012

Make Me Feel Like In Paris #1

Hai! XD Maaf nih cerbung yang aku janjiin lama. Dan bener-bener telat! Kenapa? Soalnya, sibuk sama sekolah. Padahal UN udah selesai. So, here this is. Baca dan komen ya! :-)

18 Mei 2012

Sorry for the late posting!

Assalamualaikum.
Hai guys, minggu kemarin gue ngejanjiin untuk posting #MMFLP #1 dan #2, but pada akhirnya telat karena gue minggu ini dan minggu depan sibuk ngebantu pernikahan bokap gue. Yap, gue akan punya ibu baru \=)/

3 Mei 2012

Make Me Feel Like in Paris #Sinopsis

Aldene, seorang cewek dengan tubuh tinggi, mata coklat, tubuh langsing, dan rambut panjang, berkuliah di Jakarta di salah satu kampus mode ternama. Hidupnya mulai berubah ketika dia menerima telepon dari ibunya bahwa adiknya, Aldo, mengidap sebuah penyakit yang--menurutnya--menyeramkan. Dia mulai berpikir harus bagaimana dia bertahan hidup di Jakarta. Kemudian Abeegail, sahabatnya, menawarkan pekerjaan di sebuah kafe di bilangan Kemang.
Pekerjaan pun resmi didapat. Tapi, hati Aldene mulai berubah suasana ketika dia menyadari bahwa dia bertemu--bahkan bekerja bersama--dengan cinta pertamanya, Bagus. Ia juga mulai bimbang dengan keputusan sikapnya kepada Bagus.
Dan hidupnya makin rumit ketika dia bertemu dengan Arli, seorang lelaki muda dengan jabatan yang besar. Mereka bertemu di sebuah tempat dengan kejadian yang cukup memalukan.
Dan, konflik pun terjadi....


7 Apr 2012

All of The Memories in Cirebon

Hi guys. All the photos are taken on April 7th 2k12. Check this ouut!

They are Rifqi and Gilang (wears glasses)

This is Nadia Jamali. Called Nadjam.

My Gossip Girls :3

My Lovely Class, IX B. Oh I will miss them!

The Old Accent on the door

"Harap Tenang sedang Ujian Sekolah"

The Pics of Mr. Susilo Bambang Yudhoyono (Our President) and  Mr. Budiono (The Vice President)


The Trash in front of the class

Alya, Me (weird -_-), and Furrie

The Crowd waits for "Pawai OVJ"

SMP 2 Cirebon, in front of my school



The crowd on my school.



In other side, I captured these who made me laugh =))




And....
The Wastafel. Ew...

My BK teacher, Mr. Darmaji was teaching and motivating on my class. Before I took all the pics, I asked for permission to him. And i was allowed. So, this are the pics that I got. Ps: Sorry if some pics look noise. Take a blame, camera!


Big Sunshine.... Big Sunshine.... Take your sunglasses, guys!



Apsa

The Toilet

I will miss At-Taqwa Mosque, Cirebon


Before I took Mathematic course, I and my pals (Adristi, Hashifah, Ully, Furrie, Elfa) went to McDonald Cirebon to buy some food and Ice Cream. I just bought McFlurry. It took only IDR 5500.
My Favorite Ice Cream #1




Adristi and Hashifah

Only me and Ully who realised on camera. LOL


I just captured these things. Unfortunately, my battery camera was low and it drove me crazy so i couldn't capture anything around me.
Ps: About "Pawai OVJ", I couldn't took pic all of the Wayangs. And fortunately, Me and My Pals were seen by Andre, Rico Ceper. And we are taken pic by Aziz. Lol =))

Love,

Nuri

27 Des 2011

Kisah Temen Sebangku

Kisah ini gua dedikasikan untuk teman sebangku gue di kelas 9B periode 24 oktober – 4 November 2011.
Apakah gue harus sebutkan namanya? Sebaiknya sih, jangan. Gua hanya ingin membagi pengalaman yang gue dapet dari dia. Semoga, kalian dapet pelajaran dari kisah ini.
Dia, temen gue ketika gue sedang jauh dengan temen-temen gue, 2 tahun yang lalu. Awalnya, kita nggak deket sama sekali. Kita cuma saling kenal. Ya, cuma saling kenal. Dan saling tahu bentuk wajah dan asal sekolah kami. Saat kelas 7 semester 1, dia duduk di belakang gue. Dan gue nggak ngeh kalo dia adalah lulusan sekolah Islam yang lumayan dikenal sama masyarakat di kota gue.
Gue tahu, dan menyadari, banyak yang berteman dengan gua. Sementara, dia tidak seperti gue. Kalo kata gue, dia lumayan cupu. Dia pinter, emang. Tapi mungkin dia nggak supel. Itulah kekurangan yang dia miliki.
Ngomong soal fisik, dia lebih pendek 5 senti dari gue. Ngomong soal kecantikan, dia manis. Tapi dia nggak menyadari tentang parasnya yang manis itu.
Dia selalu dijemput ibunya-yang seorang ibu rumah tangga-setiap pulang sekolah. Gue memanggil ibunya dengan sebutan “Mama” karena gue emang udah deket banget sama beliau. Gue sering banget ngobrol dan ‘nyambung’ sama beliau. Gue juga udah menganggap beliau seperti nyokap kandung gua sendiri.
Gua selalu seneng kalo duduk sebelahan sama dia. Entah kenapa, gue selalu nyaman. Gue selalu ngerasa, bahwa ada ‘sesuatu’ yang bikin kita menyatu. Oke, bahasa gue mulai lebay.
Udah deh, segini dulu nge-describe dia.
Sekarang, gue bakal ceritain semua yang dia rasakan ke gue.
Dia orang yang dewasa, gue sangat menjunjung tinggi kedewasaan yang dia punya. Bahkan secara pemikiran, dia lebih dewasa dari gue. Ini bukan bualan, tapi kenyataan.
Kedewasaan dia yang membuat orang-orang ingin dekat dengan dia. Mungkin, segelintir dari anak-anak di angkatan gue ingin memiliki persahabatan dengan dia melebihi apa yang gue dan dia sudah jalin sejak dulu. Tapi hasilnya... gue nggak bisa jelaskan. Dia malah jadi punya sebuah persahabatan yang sangat complicated dengan temannya yang lain.
Pertama, dia punya beberapa temen yang pinter, yang memiliki selera humor yang tinggi, dan banyak lagi. Bahkan, salah satu dari temannya adalah anak seorang petinggi (atau lo juga bisa sebut pejabat) di daerah gue. Otomatis, si temannya itu memiliki harta yang hampir sempurna, bukan?
Tapi... teman gue ini bilang ke gue. “Gue selalu jadi korban.”
Gua yang ngedenger hal itu bingung setengah mati. “Maksudnya gimana nih?” kata gue dengan sedikit mengangkat alis mata gue.
“Ya korban, Nur.”
Gue termenung sebentar. Apa yang dia maksud sebagai “korban”? APA? Gue makin bingung.
“Mereka Cuma butuh saran dari gue,” dia bilang sembari mengambil sebuah buku dari tasnya.
“Saran?”
“Iya, saran.”
AHA! Gue mengerti.
“Apa mungkin, mereka sedikit tidak menghargai lo sebagai seorang sahabat?” kata gue sambil menebak. Yah, gua agak sedikit gambling saat itu.
Dia menarik napas sebentar. “Bisa dibilang seperti itu.”
Setelah dia curhat bentar, dia bilang temen-temennya Cuma butuh saran dari dia. Sementara keluhan-keluhannya nggak pernah digubris.
“Bahkan keluhan tentang makanan bekel gua aja nggak dilayanin, Nur.”
Gue termenung. Sakit ya, jadi DIA.
“Kurang nusuk apa nur. Sakit tau ga, sakit!!!” serunya sambil nunjuk-nunjuk dadanya.
“Eh woy biasa dong!” kata gue biar keadaan nggak makin panas.
Keadaan mulai reda. Oke, curhatnya dilanjutin lagi.
“Dan lo tahu nggak, Nur?” tanya dia lagi.
Gua ngangkat alis. “Apa?”
“Gue cape udah jadi tempat buang sampah untuk teman-teman gue.”
Tempat-buang-sampah. Yeah.
“Gua tuh bingung musti ngapain. Begini, salah. Gitu juga salah. Ya gue harusnya ngapain dong?”
Gue termenung. Mencoba menyerap apa yang telah dia sampaikan semuanya. Mungkin, gak semuanya. At least, gue tau apa yang dia rasakan dan dia pendem selama ini.
Gue menghela napas sejenak. Oke, gua mulai speak up. “Jujur, I was speehless after you said that. Gue mengerti apa yang lo rasain sekarang.”
Dia mulai kebawa suasanya obrolan gue. Mulai memperhatikan gue.
“Gua, jujur nih, bingung musti saranin apa. Tapi yang pasti, ada beberapa (tindakan) yang harus lo lakuin.” Gue menjelaskan apa yang ada di pikiran gue secara hati-hati. Secara sadar tentunya.
“Oke, gue kasih komentar dulu ya. Jujur, sakit emang if I were you. Apa yang lo rasain saat ini, itu emang cukup menyakitkan. Tapi karena lo kuat, lo bisa bertahan sampe sekarang ini. Kalo lo adalah gue, mungkin gue nggak akan bertahan untuk memendam selama ini.”
“At least, lo musti mikirin apa yang lo musti lakuin. Nggak peduli nyokap atau siapapun nentang apa yang lo musti lakukan.”
Kita berdua diem. Dia diem mikirin apa yang udah gue sampein. Gue diem karena gue kentut tadi setelah berhenti ngomong.
“Tapi tuh Nur, gue bingung harus ngapain,” kata dia dengan nada yang sedikit lemes.
Nah, gue bingung lagi.
“Hm... lo tadi bilang kan, lo cape jadi tempat temen-temen lo curhat.”
“Iya...”
“Terus juga lo sakit hati karena mereka Cuma mau saran dari lo, nggak mau ngedenger keluhan dari lo.”
Dia ngangkat ibu jarinya. “Seratus. Pinter.”
“Gini,” gue berdehem sebentar. “Setahu gue, yang namanya seorang sahabat itu bisa sayang sama lo melebihi rasa sayang keluarga ke lo.”
Dia memperhatikan gue (lagi).
“Dan, kalo mereka berperilaku seperti itu, gue rasa mereka bukanlah orang-orang yang bisa disebut sebagai ‘Utusan Tuhan yang Dinamakan Teman’.”
Ekhem, gue termenung lagi. Pembicaraan berhenti sampai di situ. Gue dan dia diem. Gue diem karena gue mau belajar, tapi gue nggak tahu dia diem kenapa.
Dari apa yang dia ceritakan, gue ngerti apa yang dia rasakan saat itu. Dia sebenernya nyari sahabat, bukan TEMEN. Mungkin dia bilang, dia tahan dengan semua yang temen-temennya curahkan ke dia. Tapi, apakah dia bakal tahan kalo selama ini temen yang dia anggap sebagai yang semestinya malah melukai lo lebih dalam?
At least, gue jadi lebih ngerti kalo nggak semua orang itu baik. Nggak semua orang itu jahat. Dan nggak semua orang itu freak. Gue jadi nggak antipati sama orang-orang seperti itu. Gue nggak antipati kok sama semua orang, enggak. Tapi yang pasti, gue jadi makin waspada bahwa nggak semua teman dapat mengajak gue ke hal kebaikan.
Setelah gue mendengar semua cerita dia, gue jadi sadar betapa pentingnya treating your bestfriend. Semua jadi ngajarin gue betapa pentingnya menjadi seorang sahabat. Dan... gue jadi waspada kepada semua orang. Sekarang, gue jadi orang yang fleksibel, tapi gue punya prinsip terhadap diri gue sendiri. Nggak mau dong atas nama solidaritas gue ikutan temen gue buat ngebully adik kelas yang belagu. Nggak akan. Karena pada prinsipnya gue adalah gue dan orang-orang yang berada di sekeliling lo adalah orang yang Tuhan kasih untuk lo pilih, siapa yang baik untuk hidup lo.
Udah ah ngantuk. Ceritanya kapan-kapan lagi.

Love

Nuri

17 Des 2011

Terimakasih Tuhan untuk Bulan Ini!

Siang. Hehehe gua posting ini karena udah bebas dari tugas sekolah. Tinggal hari senin nyerahin tugas dan trengtengteng!!!! Liburrrrr.
Anyway, tanggal 5-10 Desember kemarin, gua ngejalanin tes Akhir Semester. Yap, lumayan lancar gue ngejalanin. But, satu masalah tengah gue jalanin *jengjeng*.
Setelah pengumuman nilai sudah digulir, gue cek pelajaran apa aja yang harus gue 'luruskan'. Ternyata, ada 6 pelajaran yang musti gue remed. Freak man, Freak! Gue guling-gilang di kamer. Gue depresi!!! Gue ngerasa, gue sebagai pelajar. Gagal. Ngerasa gagal segagal-gagalnya. Emang. Entah kenapa, seminggu ujian gue ngerasa gue nggak ada feeling apa-apa. Kayak gak ada beban aja. Waktu belajar juga gue ngerti-ngerti aja kok. Tapi, mungkin karena emang Tuhan mengharuskan gue untuk menjalanin ini, ya udah gue kerjain. I am such a girl that deserve anything.
Oke, tinggalkan tentang ujian.
Sekarang, gue bahas tentang stu(cks)dytour dari sekolah gue. K, mungkin gue nggak akan menyebutkan dimana gue bersekolah. Gue masih cinta sekolah meeen \m/.
First of all, I used to be hardly waiting of study tour. Ya jelas lah, acara jalan-jalan bareng teman satu angkatan. Siapa yang nggak bakal nggak seneng sih?
Tapi, menurut kalian gimana sih kalo jam berangkatnya itu ngaret sampe 1 jam? Awalnya, gue diem aja. Mencoba berpikir positif. Tapi setelah nyampe kawasan Kota Tua, kita diminta sama pemandu di bisnya untuk 1 jam berkeliling di Kota Tua. Hello??! Cuma satu jam di Kota Tua? Garing abis cyin! Akhirnya gue dan teman-teman protes untuk bisa berkeliling selama 3 jam. Berhasil!
Setelah didera berbagai masalah jam-ngaret, kali ini kita semua didera masalah.... konsumsi. Ya, konsumsi. Berhubung gue orang pemakan-segala, gue bisa masa bodo dengan apa aja yang gue makan. Tapi men, di study tour ini, makanannya gak enak! Mungkin gue bisa bilang nggak layak.
Dan, ada masalah lagi. Masalah tentang villa. Awalnya, gua, furrie, shifa, syifa, daniyah, ully, dan ntres menempati villa GunungGeulis 8, tapi ternyata nggak bisa dipake. Yaudah gapapa. Kita awalnya pundah ke GunungGeulis 66. Dan meeen fag! Kamar kita udah paling atas, pojok, gelap, ga ada gordennya lagi! Sial kita. Kita protes akhirnya. Dan akhirnya, kita dapet GunungGede 22. Gapapa.
Finally, gue cuma mau berterimakasih kepada Tuhan atas Bulan Desember ini. Semoga membuat gue semakin baik hehe.

Much Love,

Nuri

18 Nov 2011

Ujian oh Ujian

Selamat malam!!!! Selamat hari Jumat hehehe. Oh iya minggu depan tanggal 24-26 November gua bakal ngadepin Ujian Direktoran yg soalnya bahasa Inggris semua. Oh shit. Jadi, mulai minggu depan, gue bakal off dari dunia maya dan fokus pada pekerjaan nyata *eh?*. Oke, wish us luck \m/

17 Nov 2011

Ketika Persahabatan Itu Berganti Arti

Hai selamat sore. Asik nih sore ini. Sedikit redup tapi romantis h3h3h3. Hari ini, gue galau gitu. Bukan soal cinta, tapi soal persahabatan. Yeah, sahabat.
Gue sudah 2 tahun berteman dengan teman-teman sekelas gue. Kita semua terpisah saat kelas 8, karena di kelas 8 kita harus dibagi rata ke berbagai kelas. K, gue anggep ini adalah kelas yang paling seru yang pernah gue tempatin. Banyak banget kenangan yang udah kita lewatin. Di-blacklist guru, diomongin sama satu angkatan, banyak banget. Kita semua udah ngelewatin berbagai macam cobaan bersama. Tapi, keseruan itu malah menjadi ketakutan *oke ini lebay* yang menghantui gue.
Gue bingung, apa yang musti gue lakukan??! Gue bingung. Di tahun ini, gue menginjak kelas 9 di mana kelas ini adalah kelas tersibuk. Di kelas ini, gue sibuk menyiapkan diri gue untuk mengikuti Ujian Nasional.

Di saat gue ingin mengejar kesuksesan, ada aja temen yang menghalang.

Gue selalu bingung. Apa emang iya setiap orang harus sukses bersama-sama? Apa iya setiap orang harus kaya bersama-sama? Enggak kan. Lo tahu kan pepatah yang bilang "kesuksesan ada di tanganmu". Makna yang gue ambil dari pepatah ini adalah: Kesuksesan adalah hak lo dan urusan lo, bukan milik orang lain. Betul?
Ada satu kejadian yang bikin gue muak banget. Saat itu adalah pelajaran membatik. Guru batik kita, Pa Arrr nagih tugas "How to Make Batik". Memang pada saat itu, baru gue aja yang sudah selesai mengerjakan, sementara 29 anak lain belum. Ya otomatis gue maju dong untuk ngumpulin. Tapiiii....
F (temen gue): "Eits Nur, mau ngumpulin?"
Gue: Ngehadap dia dengan tampang heran. "Iya, kan udah selesai."
F: "Dih, ntar aja sih bareng-bareng ngumpulinnya."
Gue: Melengos gak peduli.
Tuh, saat gue mau berhasil, ada aja yang menghasut.

Yang kedua: Gue nggak suka keadaan ribut dan gak serius saat mata pembelajaran dimulai di kelas gue. Gue sungguh nggak mengerti apa yang mereka (yang ribut) pikirin. Kita kan kelas 9, harus serius ngejer nilai, dan mereka anggep remeh banget apa yang guru sampaikan. Ishhh

Yang ketiga: Gue nggak suka kalo ada yang ngomong "Ih apa sih itu si X sok inggris presentasinya.". Bisa dibilang, tipe orang kayak gini adalah tipe yang iri dan suka ngomongin orang. Hah, emang apa salahnya sih kalo kita coba praktekin bahasa inggris yang kita dapet?

Ah, finally I say, OCHEORAGGEO??!!

Thanks. Terakhir, nikahkan saya dengan WooYoung

16 Nov 2011

Malas oh Malas!

Selamat malam. Hah, minggu ini kerasa berat banget. Entah kenapa, di minggu ini banyak banget tugas yg menunggu. Gua nggak berniat menumpuknya sih, tapi kenapa gue malas mengerjakannya jadi gue ngerasa tugas jadi banyak banget.
Oh iya, apakah gue perlu membahas tentang kemalasan gue ini? Mungkin, memang perlu ^^~
Dari kecil gue emang orangnya pemalas banget. Tapi yang pasti dan sebagai faktanya, gue adalah anak perempuan yang masuk dalam kategori sangat hiperaktif. Jadi, gue sempet diceritain sama nenek gue.
Nenek: "Kamu tuh nggak dari kecil, nggak sekarang tetep wae teu daek cicing (re: gak mau diem).
Gue: "Aih, emangnya napa?"
Nenek: "Kamu tuh sekarang udah gadis. Harusnya tahu malu."
Gue: Jujur, gue udah mulai tersindir dengan pernyataan nenek tadi. Ya, gue diem aja.
Nenek: "AIH KAMU NGEDENGERIN NENEK GAK SIH?"
Gue: "Ngedenger nek." kata gue sambil ngebenerin baju gue yang sempet terlipat.
Nenek: "Terus juga kamu rajin mandi, biar gak bau badan. Biar nggak diserang laler juga."
Gue: Gue diem juga. Gue kesindir di sini. KESINDIR BANGET!!!! Oke, gue memaklumi diri gue yang emang kadang melupakan acara mandi sore gue. "Tapi kan nek..."
Nenek: "Gak. Ada. Tapi. Tapian."
Gue: Glek. Gue nahan ludah. Yaelah omongan gue dicekal. Gue diem lagi. Akhirnya setelah perdebatan ini, gue melenggang pergi mengambil handuk
Nenek: "Eh eh eh, mau kemana?"
Gue: "Mandi." Kena lo nek! Gue tersenyum evil.
Cara gue yang di atas tadi gue gunakan untuk membalas apa yang orang sindir kepada gue. Ya, gue lebih suka membalas sebuah kritikan dengan tindakan. Gue nggak seneng untuk ikutan perang di internet. Kenapa? Feelnya kurang berasa. Gue lebih suka adu debat di kehidupan nyata k3k3k3.
Gue bukanlah siswi yang termasuk dalam geng "Tukang Ngelabrak", "Anak Populer", dan sebangsanya. Satu alasan: males. Yah, gue males untuk membuat kepopuleran gue semakin mendunia. Karena, gue sudah bersyukur dengan kepopuleran yang sudah Tuhan kasih :-) gue cukup populer kok.
Kenapa gue nggak masuk ke dalam geng "Tukang Ngelabrak"? Gini ya, gue sangat males dan anti untuk beradu dengan adik kelas gue. Ya karena, mereka adalah saudara-saudara tidak sekandung gue di sekolah. Lagi pula gue nggak akan ngelabrak kalo kejadiannya akan seperti ini:
Gue: "EH DEK ELO JADI ADIK KELAS GAK USAH BELAGU DEH. DADA LO GAK BIASA TUH! DIOPERASI YA? ATAU PAMER PUNYA ITUNYA GEDE?"
Adik kelas: Diem sambil nutup mulut. "Kakak maaf..."
Gue: "APA?!" Masih dengan tampang yang sangar.
Adik kelas: "Kakak... kakak sikat gigi nggak."
Kalo kejadiannya kayak gini nanti, gue ogah ngelabrak. Ntar image gue malah jatoh kalo gue kayak gitu.

Dan mungkin lo juga bertanya-tanya, kenapa gue bukan termasuk ke dalam geng "Anak Populer"? Gini (juga) ya, gue bukanlah orang yang ribet dengan materi-materi di dunia. Dan gue juga adalah orang yang males untuk jalan-jalan yang nggak penting. Oke, mungkin sebagian dari kalian menangkap arti bahwa semua anak populer itu selalu ngehabisin uang buat hal-hal yang nggak penting. Tapi, masih ada juga loh anak populer yang pure dia populer karena keunggulan dia di bidang yang positif. Nah, yang gue artikan "Anak Populer" di sini adalah anak-anak yang suka nongkrong nggak jelas. Jelas bisa dibilang anak populer atau gaul, bukan?
Terus juga gue nggak mau mempermalukan teman-teman anak gaul. Gue nggak mau gue ngerusak image yang telah terbuat indah.
Contoh:
Gue: Jalan di depan mall yang penuh anak gaul bersama geng gaul gue. Tiba-tiba gue dapet telpon dari bokap. "Hallo." Ternyata, gue dengan tidak sengaja meloud-speaker BlackBerry gue.
Bokap: "Kamu tuh gimana sih duit buat bayar kreditan BeBe malah dipake buat jalan-jalan."
Gue nggak siap untuk malu di depan banyak orang dengan kejadian seperti ini.

Yup, intinya gue memang pemalas.
Sekian deh. Semoga pengalaman gue menghibur h3h3 sampai jumpa. Tapi yang pasti, agar gue nggak males lagi, tolong nikahkan gue dengan Wooyoung 2PM *dijitak the Hottest*

Nuri

14 Nov 2011

#DearDiary

Assalamualaikum. Yah, galau lagi deh. Kali ini galaunya karena masalah keuangan.
Yap, selama bulan November - Desember 2011, gue udah ngitung rencana pengeluaran keuangan selama 2 bulan itu. Dan *jeng jeng jeng* ternyata gede banget men! Nih, perkiraan untuk 2 bulan ke depan:
1. Biaya untuk Study Tour sekolah = Rp. 475.000,-
2. Ongkos Study Tour = Rp. 200.000,-
3. Uang jajan sekolah = Sekitar Rp. 500.000,-
4. Biaya buat jaket baseball kelas = tinggal Rp. 100.000,- (sambil dicicil)
Jumlah pengeluaran rencana buat 2 bulan (Nov - Des) 
= 475.000 + 200.000 + 500.00 + 100.000
= Rp. 1.275.000,-
MEN!!!! GILA!!!!
Huh. Tuhan.... ternyata banyak banget yang harus ortu gua keluarkan untuk gue.
Nah, biar masalahnya bisa diselesaikan dengan baik, gue punya trik-triknya nih.:
- Cari bala bantuan. Misalkan, lo punya kakak yang sudah memiliki penghasilan sendiri. Nah bisa tuh, lo minta bantuah ke kakak lo untuk menambah sekitar 50% uang rencana pengeluaran. Dengan cara yang halus, bisa berhasil nih trik satu ini.
- Minta dukungan dari sanak saudara. Dengan cara yang halus juga, lo bisa ngelakuin ini.
- Nabung! Lumayan buat meringankan beban orangtua k3k3k3k3
- Berdoa sama Tuhan. Semua rencana nggak akan berjalan lancar tanpa trik yang satu ini.


Oke guys, sekian dulu nih curcolnya. Semoga bermanfaat huehehehehe.


With all love


Nuri 

13 Nov 2011

He

He is one of the sweetest sugar. Lil cute, lil hot, lil fun, lil cool, lil charming, and lil disgusting. I like all of his. Mind, brain, wisdom, all. Maybe, he is 2nd on my Boy I Love ranking after my daddy. I like his voice, eyes, all. He doesn't care what people judge about him and me. At all. He just loves someone who loves him back. He never hates someone, although his enemy. Neva'. At least, I and him are living in the same planet, in the same island, though miles between us. I know, yes. But, miles mean NOTHING. He knows bride. And he dreams about briding. I know, it's lil funny I heard. But I hope, he will get the best. I pray the best.

6 Nov 2011

Pemikiran tentang LDR

Hi guys! Btw, Selamat Iedul Adha 10 Dzuhijjah 1432 Hijriyah eah q4q4! Semoga qurban kita kali ini diterima oleh Allah swt. Sedih juga nih liat kambing-kambing dan sapi-sapi yang mau dikurbankanMySpace Tapi, gapapa deh yang penting kan mereka masuk surga. Amin!! MySpace Okay, hari ini gua akan membicarakan tentang pemikiran-pemikiran gue akan LDR.

LDR adalah akronim dari Long Distance Relationship. Nah, biasanya kalo kaya gini berurusan dengan yang namanya jarak dalam hubungan percintaan.

SEBABNYA APA?
Sebabnya bisa jadi dari diri masing-masing, misalnya lo sama pacar lo pisah karena lo sekolah di Bandung, sementara pacar lo sekolah di Jakarta, nah itu bisa dikatakan sebagai LDR. Berarti sebabnya adalah kesibukan pribadi.

AKIBAT POSITIFNYA APA?
Akibat positifnya adalah lo bisa ngelatih rasa kepercayaan lo sama doi. Mungkin sebelum lo ngejalain LDR, lo kayak pengennya deket-deket sama dia, nggak mau pisah seharipun sama dia (yelah-__-) tapi pas dia udah pindah, lo jadi percaya bahwa dia tetep inget sama lo.
Terus juga LDR bisa ngelatih rasa sayang lo ke dia. Lo jadi nggak ngelirik cowok karena inget lo punya pacar di sana.

AKIBAT NEGATIFNYA APA?
Nah, ini nih yang suka bikin gue miris --> banyak pasangan yang putus dalam keadaan mereka masih LDR. Ini justru jadi tanda tanya yang besar bagi gue. Kenapa yang sudah berkomitmen justru pada putus di saat kalian sedang jauh? Gua justru berharap, semua orang yang sedang menjalani LDR bakal tetep nunggu doinya pulang. H3h3h3

TIPS LDR
Yahh, ini sih menurut orang-orang yang berhasil sampe 'finish' dalam menjalani LDR
- Komunikasi yang paling penting. "Hubungan LDR nggak berjalan kalo nggak ada 'kopi darat'." <-- ini yang ngomong guru gue.
- Rasa percaya yang bagus ke dia. Tapi, lo juga musti waspada kalo ada yg ngedeketin dia di sana!
- Lo juga musti tahan diri terhadap segala macam godaan yang menghampiri lo. Ini biar doi juga percaya kalo pacarnya anteng walaupun jauh-jauhan.

Sekian dari Nuri yaaah. Btw, retweet boleh doong! Hihihi

5 Nov 2011

Ahhhh

Kenapa setiap malem minggu kok bawaannya sedih yaa? hm-_-

22 Okt 2011

Curhatan Tentang Pemilihan OSIS Eps. 1

Assalamualaikum warrah matullahi wabarakatuh.
Saya menulis artikel ini dengan sedikit kekecewaan. Jujur, baru kali ini saya kecewa berat dengan hidup saya. Dengan orang-orang di sekeliling saya. Dengan makhluk-makhluk yang cuma bisanya ngomong, ngomong, dan ngomong.
Saya ngerasa, saya gagal membawa orang-orang di kehidupan saya ke jalan yang benar.
***
Tanggal 21 Oktober 2011, adalah hari di mana saya harus menatap 60 orang lebih dalam pembukaan “Seleksi Penerimaan Pengurus OSIS Baru Masa Jabatan 2011-2012”. Sumpah, tubuh saya bergetar gugup. Nggak tau kenapa. Di antara mereka ada orang-orang yang udah saya kenal, ada juga yang belum kenal (walaupun setiap hari saya ketemu mereka).
Tanggapan pertama yang ada di hati saya:  “Gila, banyak banget yang ikutan.”
Saya langsung bilang ke ketua OSIS angkatan saya. “Fin, gila banyak banget.”
Dan saat itu saya sadar, kalau saya bicara di saat yang salah. Afina –ketua Osis yang saya maksud- sedang berbicara di depan semua anak baru calon pengurus OSIS. Dia langsung menatap saya dan bilang, “yang ikut sebenernya lebih dari 70 orang.”
70 ORANG??! Gila, banyak banget yang nggak hadir! Saya nggak ngerti, apakah mereka mengundurkan diri atau ijin karena ada halangan.
Mata saya udah kayak mau keluar aja ketika mendengar jawaban Afina.
“Yang bener??!” tanya saya lagi dengan nada penasaran. Masih belum percaya bahwa saya menghadapi kenyataan yang sedikit pahit.
Afina cuma bisa mengangguk.
“Dan tau gak lo?” kata Afina pake gaya g4wl.
“APA?” tanya saya balik. Saya hampir kayang.
“Jumlah calon perempuan lebih banyak dari jumlah laki-laki.”
“DEMI APA???!” Kali ini, saya headbang gaya Trio Macan.
“Iya, dan lebih banyak anak kelas 7 yang ngecalonin diri.”
“SUMPEH LO SUMPEH LO??!!!!!” kata saya dengan mulut hampir berbusa.
Gila, parah. Saya bingung. Speechless di tempat. Ohmygod, ya Tuhan, AMPUNI AKU!!!! AKU DOSA APA???!! Cukup TUHAN CUKUP!!!!! Saya bingung, saya dosa apa selama ini. Sehingga saya dan teman-teman mendapatkan kenyataan yang sedikit pahit ini.
Sebenarnya, saya ingin pengurus OSIS yang baru mayoritas adalah murid kelas 8. Tapi, kok kenapa malah jadi kayak gini?!
Saya nggak menyalahkan siapa pun. Nggak bakal. Tapi yang mau saya tanyakan adalah:
ADA APA DENGAN MENTAL ANAK REMAJA INDONESIA KINI?
Saya prihatin sekali.
Kenapa saya lebih berharap murid kelas 8 yang bisa jadi pengurus OSIS? Karena, mereka lebih tau medan sekolah, lebih tau suasana, lebih tau bagaimana memecahkan masalah yang berhubungan dengan keorganisasian di sekolah ini.
Kalo nanti mayoritas yang menjadi pengurus adalah anak kelas 7, ya mau jadi apa toh? Organisasi junior? Nggak kan? Justru ini yang saya takutkan selama ini.
Kalo diliat dari sisi psikologis, anak kelas 8 lebih ‘mateng’ daripada anak kelas 7. Kan karena mereka udah berpengalaman menjadi anak remaja yang baru ‘mateng’. Tapi saya yakin, banyak di antara adik kelas saya yang pintar dalam kepemimpinan berpikir.
Diliat dari sisi fisik, jelas beda. Yang saya liat kini, anak kelas 8 banyak yang bagus banget badannya. Udah banyak adik kelas saya itu badannya bagus, punya abs 3 (karena kalo 6, nggak bakal normal. Yaiyalah masa masih 13 kok udah punya otot 6? Aneh.). ini yang menjadi harapan saya kalo anak kelas 8 mampu menjadi pemimpin organisasi 1 tahun ke depan.
Semoga, artikel ini dapat dibaca oleh salah satu anak kelas 8. Dan merubah pikiran mereka. Nggak maksud untuk menyindir kok. Jadiin ini motivasi ya, adik-adik.

Salam hangat

Nuri

20 Okt 2011

Gue Nemu Ini.... Harap Jaga Adik Kalian ya, Teman-Teman!

Hiiii!
Hari ini, gua sengaja buka Tumblr gue untuk mencari foto-foto terbaru. Dan ternyata.... gue melihat foto ini. Gue sengaja nge-copy semuanya biar kelihatan bener. So, siap-siap kalian lebih hati-hati untuk ngejaga adik-adik kalian, ya. Miris abis gue.
How I acted as a kid:
image
How kids act today:
image
see? Mendingan sekarang....
BUDAYAKAN PERMAINAN TRADISIONAL INDONESIA
DIMULAI DARI DIRI KITA SENDIRI!
Kita bisa kok main bareng sama adik-adik kita. Nggak usah ngerasa gengsi, yang penting  kalian tahu kan, kalo teknologi bisa ngerubah masa kanak-kanak generasi sekarang jadi nggak indah.

Salam hangat

Nuri
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...